Vlad the Impaler: Kisah Nyata Dibalik Legenda Dracula

Ilustrasi ini merupakan representasi digital berbasis data sejarah.

Vlad the Impaler: Kisah Nyata Dibalik Legenda Dracula

1431 - 1476
Internasional  FiguresList.org

Nama Vlad the Impaler mungkin tidak setenar Dracula dalam novel dan film, tetapi kisah aslinya jauh lebih gelap daripada fiksi. Ia adalah tokoh sejarah nyata bernama Vlad III, penguasa Wallachia (wilayah yang kini bagian dari Rumania) pada abad ke-15. Vlad lahir sekitar tahun 1431 di kota Sighișoara, Transylvania, dan dikenal sebagai salah satu penguasa paling kejam dalam sejarah Eropa.

Ayahnya, Vlad II Dracul, adalah anggota Ordo Naga—perkumpulan ksatria Katolik yang dibentuk untuk melawan kekuasaan Kesultanan Ottoman. Dari gelar sang ayah, Dracul (berarti naga atau iblis), lahirlah nama Dracula, yang berarti anak dari Dracul. Gelar inilah yang kemudian menginspirasi penulis Irlandia Bram Stoker, menciptakan tokoh vampir terkenal Count Dracula pada tahun 1897.

Masa hidup Vlad berada di era perang sengit antara kerajaan-kerajaan Eropa Timur dan Kekaisaran Ottoman. Pada usia muda ia dan saudaranya dijadikan sandera politik oleh Ottoman. Banyak sejarawan percaya bahwa pengalaman penyiksaan dan penghinaan di penjara menjadi awal karakter kejamnya di masa depan.

Saat kembali naik takhta pada 1456, Vlad menghadapi musuh internal dan eksternal. Untuk mempertahankan kekuasaannya, ia menggunakan metode eksekusi yang paling terkenal: impalement—menancapkan tubuh korban ke tiang tajam hingga meninggal secara perlahan. Karena itulah ia dijuluki Vlad Țepeș, yang berarti Vlad Si Penyula.

Menurut catatan sejarah Rumania dan kronik Eropa, korban kebijakannya diperkirakan mencapai puluhan ribu orang, termasuk pemberontak, kriminal, hingga prajurit Ottoman. Pada 1462, ketika pasukan Sultan Mehmed II menyerbu Wallachia, mereka dikejutkan oleh “Hutan Mayat Tersula” yang terdiri dari sekitar 20.000 tentara Turki yang sudah mati—sebuah strategi psikologis brutal untuk menebar ketakutan.

Hingga kini Vlad dipandang secara berbeda. Di Romania, ia dianggap pahlawan nasional yang mempertahankan tanah air dari Ottoman. Tetapi di Eropa Barat ia dikenal sebagai tiran berdarah dingin. Kisah kekejamannya menyebar luas melalui pamflet Jerman abad ke-15 yang menggambarkan Vlad sebagai penguasa yang kejam dan haus darah.

Legenda tentangnya kemudian berkembang menjadi mitos vampir. Walaupun Vlad III tidak pernah tercatat sebagai peminum darah, reputasinya sebagai penyebab kematian melalui penyulaan dan cerita rakyat Transylvania tentang makhluk undead menjadikannya fondasi karakter fiksi Dracula.

Vlad tewas pada Desember 1476 dalam pertempuran melawan Ottoman. Kepalanya dipenggal dan dibawa ke Konstantinopel sebagai bukti kematian. Hingga kini lokasi makamnya masih misterius dan sering menjadi topik penelitian arkeologi serta legenda urban.

Kisah hidup Vlad the Impaler menunjukkan bagaimana tokoh sejarah dapat berubah menjadi legenda yang menakutkan. Ia bukan vampir yang abadi, tetapi warisan kekejamannya membuat namanya seolah hidup selamanya—mengaburkan garis antara sejarah dan mitos.