Ong Hok Djoe: Pahlawan Tionghoa dari Ciamis

Ilustrasi ini merupakan representasi digital berbasis data sejarah.

Ong Hok Djoe: Pahlawan Tionghoa dari Ciamis

1910 - 1978
Pahlawan & Pejuang  FiguresList.org
Ong Hok Djoe, atau Ong Harja Dinata, lahir di Ciamis pada 22 Juli 1910. Ia adalah sosok keturunan Tionghoa yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Meski berasal dari komunitas minoritas, semangat nasionalismenya tak pernah diragukan.

Setelah proklamasi 17 Agustus 1945, Ong Hok Djoe aktif di Badan Keamanan Rakyat (BKR) Ciamis. Ia juga terlibat dalam organisasi Persindo/GPI, berperan dalam bidang intelejensi dan logistik untuk mendukung perjuangan rakyat.

Kontribusinya sangat nyata: ia memasok bahan pokok makanan bagi para pejuang, bahkan dari usaha keluarganya sendiri. Saat Belanda menyerang pada 1947, ia mengorganisasi masyarakat Tionghoa di Ciamis atas perintah Komite Nasional Indonesia.

Atas jasanya, Ong Hok Djoe dianugerahi berbagai penghargaan: Veteran Pejuang Kemerdekaan RI Golongan B, Satya Lencana Perang Kemerdekaan I & II, serta Bintang Gerilya dari Panglima Tertinggi ABRI pada 1965.

Tak hanya di bidang militer, ia juga aktif dalam kehidupan sosial dan budaya. Ong Hok Djoe mendirikan MAKIN Ciamis, menyumbangkan tanah untuk pembangunan klenteng dan stadion, serta mendorong berdirinya Komplek Pecinan Ciamis yang menjadi simbol kerukunan antarumat beragama.

Meski dikenal low profile, warisan perjuangannya tetap hidup. Namanya diabadikan di Museum Kebudayaan Tionghoa Bandung sebagai pahlawan dari Ciamis. Sayangnya, di tanah kelahirannya belum ada monumen atau jalan yang mengenang jasanya.

Kisah Ong Hok Djoe adalah bukti bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia lahir dari keberagaman. Ia menunjukkan bahwa cinta tanah air melampaui batas etnis dan agama.