Ilustrasi ini merupakan representasi digital berbasis data sejarah.
Raden Saleh Syarif Bustaman — Pelukis Legendaris Indonesia
Raden Saleh Syarif Bustaman (lahir sekitar 1811 di Semarang — wafat 23 April 1880 di Bogor) dikenal sebagai pelopor seni lukis modern Indonesia. Ia memiliki latar belakang etnis Arab-Jawa; ayahnya keturunan Arab Hadhrami, sementara ibunya dari kalangan bangsawan Jawa.
Raden Saleh dilahirkan di Terboyo, Semarang. Sejak kecil, bakat melukisnya sudah dikenali; kabarnya, ketika berusia 18 tahun, bakat itu mendapat perhatian dari seorang pelukis Belgia yang tinggal di Jawa, Antoine August Joseph Payen. Payen pun membantu agar Raden Saleh mendapat kesempatan belajar seni di Eropa melalui dukungan pemerintah kolonial Belanda.
Setibanya di Eropa, Raden Saleh belajar lukisan potret dari pelukis Cornelis Kruseman dan pemandangan alam dari pelukis Andries Schelfhout. Perpaduan skill ini memungkinkan dia mengeksplorasi gaya Barat sambil tetap membawa unsur budaya Indonesia dan Jawa dalam karyanya.
Raden Saleh dikenal sebagai pelukis bergaya Romantisisme (Romanticism), sebuah aliran seni populer di Eropa abad ke-19. Ia sering dianggap sebagai seniman “modern” pertama dari Indonesia pada masanya — karena ia membawa teknik melukis ala Eropa ke Jawa serta memperkenalkan ide seniman sebagai individu dengan kebebasan artistik.
Dalam karyanya, Raden Saleh sering mencoba menggabungkan elemen budaya lokal dan identitas pribadinya sebagai orang Jawa-Arab.
Beberapa Karya Terkenal
- The Arrest of Pangeran Diponegoro (1857) — Lukisan bersejarah yang menggambarkan penangkapan pahlawan Jawa Pangeran Diponegoro oleh pasukan Belanda. Karya ini dianggap sebagai salah satu lukisan sejarah pertama dari Asia Tenggara dan menjadi simbol penyairan sejarah dan identitas.
- Lukisan pemandangan dan satwa — Selain tema sejarah dan politik, Raden Saleh juga menciptakan banyak karya bertema alam, hewan, dan pemandangan. Gaya lukisannya menggabungkan realisme Eropa dengan ruang dan suasana yang dramatis khas Romantisisme.
Sebagai seorang bangsawan Jawa-Arab yang tampil dan berkarier di Eropa, Raden Saleh menghadapi dilema identitas. Ia dikenal dan dihargai di kalangan istana serta masyarakat Eropa, namun ketika kembali ke Tanah Air, posisi sosial dan kebudayaannya membuatnya terasa berbeda dengan lingkungan Jawa maupun komunitas kolonial.
Namun justru lewat kondisi itu, Raden Saleh mampu meramu identitasnya: menggabungkan teknik Barat dengan kesadaran lokal, menjadikannya jembatan antara dua dunia dan memperkaya seni rupa di Indonesia.
Raden Saleh disebut sebagai “bapak” seni rupa modern Indonesia. Namanya diabadikan di banyak jalan, museum, dan institusi seni. Banyak koleksi lukisannya disimpan di museum dalam dan luar negeri.
Salah satu karya terkenalnya — The Arrest of Pangeran Diponegoro — bahkan menginspirasi karya kontemporer: lukisan ini dijadikan plot dalam film Mencuri Raden Saleh (2022).