Ratu Shima: Penguasa Tegas Kerajaan Kalingga dan Penjaga Hukum Nusantara

Ilustrasi ini merupakan representasi digital berbasis data sejarah.

Ratu Shima: Penguasa Tegas Kerajaan Kalingga dan Penjaga Hukum Nusantara

611 M - 695 M
Nasional  FiguresList.org

Ratu Shima merupakan salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh dalam sejarah Nusantara. Ia dikenal sebagai penguasa Kerajaan Kalingga atau Ho-ling yang berlokasi di pesisir utara Jawa Tengah pada abad ke-7 Masehi. Kerajaan ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan kebudayaan yang ramai, terutama karena letaknya yang strategis di jalur pelayaran internasional. Nama Ratu Shima kerap dikaitkan dengan ketegasan hukum dan keadilan tanpa pandang bulu, menjadikannya figur legendaris yang dihormati hingga kini.

Menurut sumber-sumber sejarah, Ratu Shima naik takhta sekitar tahun 674 M. Ia dikenal sebagai ratu yang sangat menjunjung tinggi kejujuran. Kisah paling terkenal menyebutkan bahwa seorang raja asing sengaja meletakkan kantong emas di tepi jalan untuk menguji moral rakyat Kalingga. Selama bertahun-tahun, tidak seorang pun berani menyentuh emas tersebut. Namun, ketika putra mahkota secara tidak sengaja menyentuhnya dengan kaki, Ratu Shima menjatuhkan hukuman mati sesuai hukum yang berlaku. Setelah para penasihat memohon keringanan, hukuman tersebut diubah menjadi pemotongan jari kaki sang putra. Kisah ini menegaskan bahwa hukum berlaku sama bagi semua, termasuk keluarga kerajaan.

Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Kalingga dikenal makmur dan stabil. Aktivitas perdagangan berkembang pesat, dengan komoditas utama berupa emas, perak, cula badak, gading, dan hasil bumi. Hubungan diplomatik juga terjalin dengan Tiongkok, yang dibuktikan melalui catatan Dinasti Tang. Dalam catatan tersebut, Kalingga digambarkan sebagai negeri yang tertib, rakyatnya jujur, dan rajanya bijaksana. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Ratu Shima memiliki pengaruh hingga ke luar Nusantara.

Ratu Shima juga dikenal sebagai pemeluk Hindu Siwa yang taat, namun pemerintahannya menunjukkan sikap toleran terhadap kepercayaan lain, termasuk Buddha. Lingkungan keagamaan yang harmonis ini turut mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Salah satu tokoh penting yang dikaitkan dengan Kalingga adalah Resi Jnanabhadra, seorang pendeta Buddha yang dikenal hingga Tiongkok. Hal ini menandakan bahwa Kalingga menjadi pusat pembelajaran spiritual pada masanya.

Warisan terbesar Ratu Shima bukan hanya kejayaan politik dan ekonomi, melainkan nilai moral yang ditanamkannya. Ketegasan, kejujuran, dan keadilan menjadi fondasi utama pemerintahannya. Dalam konteks sejarah Indonesia, Ratu Shima membuktikan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam kepemimpinan dan pembentukan peradaban. Hingga kini, namanya dikenang sebagai simbol integritas dan keteladanan, menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah kerajaan-kerajaan awal di Jawa.